Apakah aku mencintai Dia
Sering kali kita berkata bahwa kita mencintai Tuhan dengan segenap hati kita, Kita berkata bahwa kita meletakan Tuhan dalam tempat pertama dalam Hidup kita, tetapi apakah kita sudah melakukannya dengan sungguh-sungguh atau hanya sebatas ucapan yang keluar dari dalam hati kita.
Untuk mencintai Tuhan tidaklah muda, sebagai contoh, seperti kain dan habel, mereka sama-sama mempersembahkan korban buat Allah, berarti mereka sama sama taat dan mencintai Tuhan, tapi kenapa persembahan yang di terima adalah persembahan dari habel, sedangkan persembahan dari kain ditolak.
Ibrani 11:4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
Ternyata Habel melakukannya itu dengan iman yang percaya penuh kepada Allah, itu dbuktikannya dengan:
- Habel mengerti, apa yang Tuhan mau
- Persembahan habel adalah jenis persembahan yang benar karena ada darah yang harus di korbankan (jaman dahulu seorang gembala selalu memiliki domba-domba kesayangannya, dimana ada ikatan batin antara gembala dengan domba kesayangannya tersebut) dan habel memberikan domba yang terbaik yang dia miliki itu kepada Allah.
Sejak dari awal mula Allah selalu memberikan kemuliaannya hanya kepada orang yang benar-benar mengasihi dia dengan sungguh-sungguh, sehingga ketika Tuhan meminta sesuatu yang sangat kita cintai dan kita hargai kita bisa memberikannya kepada Allah, seperti abraham yang mau memberikan anaknya satu-satunya dan mempersembahkannya untuk Allah, meskipun akhirnya Allah memberikan ganti sebagai korbannya.
berbicara mengenai persembahan yang berkenan adalah persembahan yang bakal di bakar habis dan menjadi abu. Jadi jika kita memberika sesuatu yang berhaga kepada Allah maka itu akan di bakar menjadi persembaha sampai habis dan menjadi Abu.
sebagai kesaksian saya akan menceritakan apa yang saya alami mengenai memberi yang terbaik untuk Allah. Tahun lalu saya mencintai seorang wanita, dan aku merasa yakin kalau dia adalah jodoh dari Tuhan, bahkan jauh hari sebelum aku mengenal dia, Tuhan sudah memberi tahu ciri-ciri jodohku itu, dan semua itu ada pada wanita yang aku cintai, dan teman wanita saya tersebut juga pernah di kasi tau Tuhan kalau ciri-ciri jodohnya itu ada juga dalam diriku, so akhirnya kita berteman lebih baik, krn dari dulu kami adalah teman dekat. tetapi sewaktu perasaan cinta saya kepada dia semakin dalam, Tiba-tiba Tuhan menginginkan hal itu lepas dari hidup saya. beberapa kali saya mimpi bahwa teman wanita saya ini akan melepaskan aku, jujur aku bilang sama Tuhan, aku nggak mau Tuhan. dan beberapa kali aku di doakan oleh beberapa hamba Tuhan, mereka berbicara yang sama dan saling meneguhkan, so akhirnya aku mengambil keputusan untuk mempersembahkan dia untuk Tuhan, dan jika itu berkata persembahan maka itu akan di bakar sampai hangus, jadi semua perasaan cinta, hal-hal romantis yang pernah aku lalui harus ikut terbakar habis, kesimpulannya aku haru benar-benar menjadikan dia sebagai teman biasa. Jujur itu bukan hal yang mudah, tapi aku mau melakukan hal tersebut karena aku mencintai DIA, DIA adalah pribadi yang sangat saya cintai, DIA akan selalu berada dalam tempat pertama dalam hidupku.
Jika kita melihat anak-anak Tuhan di sekeliling kita, mereka dapat berkata dengan mudah kalau mereka mencintai Tuhan, tapi apakah hal tersebut benar-benar keluar dari lubuk hati kita, atau hanya sekedar ucapan bibir saja. Jika kita berkata Mencintai Tuhan dengan segenap hati kita, maka Tuhan akan memproses kita seperti habel, dimana hasilnya nama habel masih tertulis dalam alkitab dimana dia sudah tidak hidup lagi di dalam dunia ini.
Kalau kita mencari Tuhan dengan segenap ego dan kemauan kita, tanpa kehancuran pertobatan hati kita, maka kita tidak akan pernah bertemu dengan Tuhan,
Wahyu 2:1-4
Kembali kepada kasih yang mula-mula, itulah kunci yang membuat kita bisa melakukan pertobatan yang hancur, jangan sampai pelayanan dan jerih payah kita kepada Allah justru membuat kita kehilangan kasih yang mula-mula kita kepada Allah,
Apakah kita totally sold out for Jesus, Tanpa kita bisa benar-benar terjual habis utk Tuhan tanpa kita mencintai Tuhan dengan segenap hati, maka Tuhan tidak akan mempercayakan domba-dombanya kepada kita, tidak akan pernah ada hal-hal besar yang akan terjadi dalam kehidupan kita.
So, melalui artikel ini saya ingin agar anda mulai merenungkan apakah kita sudah mencintai Tuhan dengan segenap hati kita, mencintai Tuhan dengan penuh kesungguhan hati kita. Dan jika kita sudah benar-benar mencintai Tuhan, mari kita memberikan segala-galanya yang berharga dalam kehidupan kita kepada Tuhan dengan penuh Suka cita dan ucapan Syukur.
10:17 pm
March 20th, 2008
Benarrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!
^^
10:38 am
May 6th, 2008
wakakakakakkak… Ko hiz rek!!!