|
Tuesday, 29 December 2009 06:54 |
|
Didalam kehidupan manusia pasti ada masalah yang akan dihadapi, namun yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana sikap kita menghadapi masalah itu. Ada berbagai sikap orang ketika dia memililki masalah: ada yang marah-marah, ada yang merajuk dan mengurung diri di kamar, ada yang menceritakan masalahnya pada orang lain, ada yang menutup dirinya pada semua orang dan ada orang langsung berdoa masuk kamar dan menceritakan masalahnya pada Tuhan.
Ada seorang ibu yang tefar dalam menghadapi masalah. Ibu ini adalah seorang yang takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan. Ibu ini juga adalah seorang yang ramah dan disukai oleh semua orang. Dia juga seorang yang rajin berdoa pada Tuhan. Keluarga ibu ini seringkali menghadapi masalah yang berat namu tidak pernah satu kalipun terlihat kesedihan di mukanya atau tercetus pernyataan bahwa Tuhan jahat. Dia selalu mengatakan bahwa Tuhan itu baik. Salah satu teladan yang patu dipelajari dari sang ibu adalah ketika dia menhadapai masalah, dia jarang tergesa-gesa / kuatir, akan tetapi ketika dia menghadapi masalah petama kali yang dia lakukan adalah berlutut dan berdoa mohon Tuhan mengasihi dia dan keluarganya.
Dalam perjanjian lama, ada stay ayat dalam Mazmur 46:11” Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah…” Diam disini artinya adalah kita berdiam diri ketika kita menghadapi masalah, kita tidak usah gegabah. Tetapi berusahalah mencari Tuhan, dengan berdoa. Maka Tuhan akan memulihkan dan menyelesaikan masalah kita, dalam arti bahwa Tuhan akan menuntun kita untuk bertindak dalam menghadapi persoalan tersebut.
Saat ini apa masalah kita? Pekerjaankah? Kesehatankah?, Apapun masalah kita, belajarlah seperti Yesaya “ Diamlah, tenanglah, dan berusaha mengenal Allah lebih dalam. Ketahuilah bahwa Allah akan menyelesaikan jalan keluar tepat waktu dan dalam rencana Tuhan.
Diam, Tenang, Berdoa, Percaya, dan melangkah. Lakukan apa yang Tuhan mau. |
|
|
Monday, 11 May 2009 07:44 |
|
Mengapa saya mengambil pelayanan multimedia. Karena melalui multimedia kita benar-benar bisa memberkati bangsa Indonesia ini dengan berbagai maca media, seperti TV, Radio. Kita lihat sekarang ini acara TV banyak yang tidak mendidik. banyak anak-anak kecil yang memilik prilaku yang tidak mana semestinya pada seusia mereka, banyak anak-anak SD sudah mulai berpacaran, bahkan anak-anak TK sudah sering berkelahi satu dengan yang lain. pernah ada kegiatan dari sala satu organisasi di surabaya yang mencoba meneliti beberapa anak kecil disuruh berangkulan, ternyata mereka tidak mau, atau mereka sulit untuk melakukannnya, DIMANAKAH KASIH itu? generasi kita sudah kehilangan kasih yang sejati itu. Bayangkan generasi bangsa Indonesia ini dimasa yang akan datang, kasih persaudaraan itu sudah mulai luntur. Mari kita sebagai anak-anak muda. Dengan semangat sumpah pemuda kita tidak boleh membiarkan bangsa kita di jajah oleh materi-materi televisi yang merusak karakter dan norma-norma yang sudah turun-temurun dari nenek moyang bangsa ini. |
|
Sunday, 10 May 2009 14:48 |
Sering kali kita berkata bahwa kita mencintai Tuhan dengan segenap hati kita, Kita berkata bahwa kita meletakan Tuhan dalam tempat pertama dalam Hidup kita, tetapi apakah kita sudah melakukannya dengan sungguh-sungguh atau hanya sebatas ucapan yang keluar dari dalam hati kita.
|
|
Read more...
|
|
Sunday, 10 May 2009 14:37 |
|
3 hal yang aku alami dan rasakan dalam beberapa hari ketika aku mulai jauh dari Tuhan, rasanya ada suatu penghalang atau tembok yang tebal buat aku, sehingga aku tidak bisa berdoa dan menyembah secara Intim dengan Tuhan. Sudah beberapa bulan ini kerohanianku naik turun, seperti tidak ada gairah. Kadang-kadang sih aku kangen ma Tuhan, kangen untuk menyembah Dia, Kangen dalam hadiratnya. Tapi apa yang bisa aku buat. aku ndak bisa apa-apa, setiap kali aku berdoa berusaha menyembah Dia, itu hanya berlangsung beberapa menit sisanya pikiranku selalu melayang-layang. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|